Penyebab Tembok Retak dan Cara Memperbaiki Tembok Retak Menggunakan Super Cement

November 02 2023

Salah satu masalah yang sering terjadi pada bangunan adalah tembok retak rambut. Ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti usia bangunan yang lama, material acian yang kering terlalu cepat, dan perubahan suhu. Jika ini terjadi, bangunan akan kehilangan nilai estetika karena retakan yang terlihat jelas di tembok.

Tidak adanya retakan di sepanjang permukaan dinding adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui kualitas dinding. Retakan pada dinding, terutama retakan yang cukup besar, menunjukkan adanya masalah yang serius.

Masalah tembok retak pasti akan sangat berbahaya jika dibiarkan. Selain itu, retakan di dinding akan mengurangi nilai estetika dinding itu sendiri. Penyebab tembok retak bisa terjadi karena berbagai alasan. Bisa saja dinding bangunan baru ataupun dinding lama retak. Berikut ini penyebab tembok retak yang harus Anda ketahui sebelum memperbaikinya.

1. Bahan Material yang Digunakan Berkualitas Rendah

Salah satu faktor yang menyebabkan dinding retak seiring berjalannya waktu adalah pemakaian material dinding yang kurang berkualitas. Material yang kurang berkualitas memiliki daya tahan yang rendah terhadap tekanan dan perubahan suhu, dan retakan halus akan muncul hanya dalam waktu yang singkat setelah bangunan selesai.

Setelah beberapa waktu, retakan halus ini akan semakin besar dan meninggalkan rongga atau celah besar pada permukaan dinding. Untuk menghindari hal ini, gunakan material berkualitas tinggi dan ikuti standar pembangunan secara umum.

Untuk memastikan bahwa retakan tidak muncul di tembok, material bangunan seperti batu bata, semen, pasir, besi, campuran cairan peningkat mutu semen dan lainnya harus berkualitas tinggi. 

2. Dinding Struktural Tidak Mampu Menahan Beban yang Berlebihan

Pastikan struktur dinding Anda dapat menahan beban yang lebih besar daripada kapasitasnya, seperti atap yang terlalu berat atau tumpukan bahan bangunan yang berlebihan. Jika dinding tidak dapat menahan beban yang lebih besar, tentunya akan mengakibatkan tembok retak.

Jika Anda ingin membuat bangunan bertingkat, buat pondasi yang kuat dan kokoh. Pastikan dindingnya tebal cukup untuk menopang beban berat bangunan di atasnya. Ini seperti halnya ketika Anda merenovasi rumah, karena bebannya menjadi lebih besar. 

3. Cuaca yang Ekstrem 

Perubahan cuaca yang drastis, seperti hujan lebat diikuti sinar matahari yang kuat, dapat menyebabkan perubahan suhu dan menyebabkan material dinding memuai atau menyusut, yang dapat menyebabkan retakan di dinding untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, Anda harus lebih berhati-hati jika Anda tinggal di daerah dengan cuaca ekstrem. 

4. Kegagalan Konstruksi

Salah perencanaan atau pelaksanaan proyek konstruksi dapat menyebabkan kegagalan struktur bangunan menyebabkan dinding menjadi tidak stabil dan akhirnya retak. Hal ini sangat berbahaya karena dinding dapat retak atau roboh.

Konstruksi bangunan, terutama bangunan bertingkat tinggi, membutuhkan orang-orang yang kompeten dan ahli dalam bidang ini untuk memastikan fungsinya yang efektif dan menghindari kegagalan yang membahayakan. 

5. Permukaan Tanah Menurun dan Faktor Lokasi Berubah 

Dinding retak juga bisa disebabkan oleh penurunan atau pergeseran permukaan tanah. Faktor-faktor ini termasuk peristiwa alam, yang merupakan komponen di luar masalah konstruksi dinding. Fondasi yang tidak stabil dan retak dinding karena perubahan bentuk atau struktur bangunan dapat terjadi karena pergerakan tanah yang tidak merata di sekitar bangunan.

Tapi jangan khawatir, selama pergeseran tidak terlalu besar, kerusakan juga tidak akan terlalu besar. Ini biasanya terjadi di daerah di mana tanah dapat berubah, seperti di pegunungan atau di daerah yang rawan gempa tektonik. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membangun bangunan di atasnya, pastikan Anda memilih area yang aman.

Untuk menghindari retakan di dinding, berusahalah untuk tinggal di area dengan tanah yang kering. Area dengan tanah yang lembap, seperti di sekitar rawa dan area persawahan lama berpotensi membuat dinding rumah Anda rentan lembap akibat naiknya air tanah yang kemudian dapat menimbulkan retakan. 

6. Usia Bangunan 

Usia bangunan adalah penyebab paling umum retakan dinding. Bangunan yang lebih tua akan mengalami perubahan struktur sebagai akibat dari penuaan, dan harus di renovasi untuk mencegah retakan yang lebih besar. 

Jika retakan tersebut muncul sebagai akibat dari usia bangunan yang sudah tua, biasanya akan muncul retakan yang lebar dan cukup besar. Jika retakan ini tidak diatasi segera, bangunan tersebut akan menjadi lebih rentan roboh dan daya topangnya untuk struktur atap di atasnya akan menurun.

Itu adalah enam penyebab umum dinding retak. Faktor-faktor ini termasuk material berkualitas rendah, beban yang disangga terlalu berat, cuaca ekstrem, kegagalan konstruksi pembangunan, pergeseran dan lokasi tanah, dan usia bangunan yang sudah tua.

Jika retakan menimbulkan celah lebih dari 5 mm, terutama jika sumber retakan naik ke atas permukaan tanah, Anda harus waspada. Ini menandakan kerusakan struktural yang signifikan yang membutuhkan perbaikan segera.

Namun, jika retakan tersebut muncul di bangunan yang baru dibangun dan hanya merupakan retakan kecil yang tidak berkembang. Anda dapat mengatasi masalah ini dengan menggunakan cairan peningkat mutu semen Super Cement dan mengecatnya lagi menggunakan cat pelapis anti bocor Aquaproof. 

Cara Memperbaiki Tembok Retak Menggunakan Super Cement

Jika acian Anda bermasalah, tembok retak rambut dapat diatasi dengan Super Cement. Sebelum memulai penambalan, bersihkan dinding luar dengan mengamplas.

Anda dapat melakukan penambalan dengan menggunakan Super Cement, cairan ajaib multifungsi untuk meningkatkan mutu semen yang memiliki daya rekat yang tinggi, yang membuatnya sempurna untuk memperbaiki retakan di tembok. Dengan menggunakannya, Anda dapat memperbaiki tembok dan memastikan hasil perbaikan tetap awet.

alt_text

Super Cement adalah cairan berbahan dasar emulsi polimer sebagai peningkat mutu semen, dan digunakan sebagai aditif (plesteran, acian, plamir), perekat (beton, keramik, granit) dan primer (tembok, lantai, metal).

Keunggulan Super Cement untuk Memperbaiki Tembok Retak

Penggunaan Super Cement sebagai primer atau lapisan dasar sebanyak satu lapis sebelum pengecatan akan membuat bidang yang dilapisinya menjadi lebih optimal. Primer Super Cement juga akan menutup retak rambut pada acian, selain itu juga dapat meningkatkan daya rekat cat ke acian atau substrat, mengikat sisa debu dan partikel kecil yang masih tertinggal, dan memiliki daya rekat tinggi, kuat, dan tahan lama.

Cara Penggunaan Super Cement Untuk Memperbaiki Tembok Retak

Plesteran

Campurkan Super Cement dan air dengan perbandingan volume 1:5, kemudian tambahkan semen dan pasir sesuai kekentalan yang diinginkan. Campuran ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki/menambal retakan lebar.

Acian

Campurkan Super Cement dan air dengan perbandingan volume 1:20, kemudian tambahkan semen sesuai kekentalan yang diinginkan. Campuran ini juga bisa digunakan untuk memperbaiki/menambal retakan rambut.

BACA JUGA : Tersedia Warna Putih! Hydrostop Mampu Mencegah dan Mengatasi Tembok Lembap dan Basah

Plamir

Campurkan Super Cement dan air dengan perbandingan volume 1:1, kemudian tambahkan semen putih sesuai kekentalan yang diinginkan.  

Primer

Campurkan Super Cement dan semen dengan perbandingan volume 1:1,25 hingga rata. Lapiskan campuran tersebut menggunakan kuas/rol sebagai primer pada dinding, lantai, atau metal kemudian lapiskan cat waterproofing.

Perekat beton lama dan beton baru

Campurkan Super Cement dan semen dengan perbandingan volume 1:1,5 hingga rata. Basahi permukaan beton lama dengan air, kemudian kuaskan campuran tersebut ke permukaan beton lama. Sebelum mengering (masih agak lengket) segera tuangkan adukan beton baru.

Belanja sekarang

Whatsapp