Jenis - Jenis Semen dan Penggunaannya dalam Bangunan

August 31 2023

Dalam pembangunan gedung, jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya, semen adalah bahan konstruksi yang sangat penting. Semen digunakan untuk menyatukan bahan seperti pasir, kerikil, dan batu bata menjadi ikatan yang kuat.

Apa itu Semen

Semen adalah bahan berbentuk bubuk yang digunakan untuk menyatukan material lain seperti pasir, kerikil, dan batu bata ke struktur. Terdiri dari bahan dasar utama kapur, silika, alumina, dan besi oksida, semen dicampur dengan air untuk membuat adukan yang dapat digunakan untuk menyatukan material bangunan.

Dalam konstruksi, semen sangat penting untuk memberikan kekuatan dan kestabilan yang dibutuhkan bangunan. Selain itu, semen dapat memberikan bangunan daya tahan terhadap tekanan dan beban yang dihasilkannya.

Semen dan Sejarahnya

Pada awalnya, batu kapur dan abu vulkanis digabungkan untuk memberikan kekuatan dan kekuatan bangunan ini. Ini pertama kali ditemukan di Pozzuoli, dekat teluk Napoli, Italia, pada zaman kerajaan Romawi. Bukit itu kemudian diberi nama Pozzuolana.

Saat membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Cornwall, Inggris, insinyur asal Inggris John Smeaton baru pada abad ke-18 menemukan kembali ramuan kuno yang sangat bermanfaat ini. Dia membuat adonan dengan menggunakan campuran batu kapur dan tanah liat.

Ironisnya, Smeaton tidak mematenkan proses pembuatan cikal bakal semen ini pada akhirnya. Joseph Aspdin, seorang insinyur berkebangsaan Inggris, adalah orang yang memiliki hak paten untuk ramuan yang kemudian dikenal sebagai semen portland pada tahun 1824. Hal ini diberi nama tersebut karena warna hasil olahannya mirip dengan tanah liat di Pulau Portland, Inggris. Hasil rekayasa Aspdin ini sekarang banyak dilihat di toko bangunan dan dikenal dengan semen.

Fungsi Semen

Penggunaan semen biasanya dimulai dengan mencampurkan bahan dasar dengan air untuk membentuk adukan. Prosesnya harus dilakukan secara perlahan-lahan dan terus-menerus hingga adukan menjadi homogen. Setelah adukan menjadi homogen, material bangunan dapat ditempelkan padanya.

Untuk mendapatkan hasil terbaik dari semen saat digunakan, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas bahan dasar semen, rasio campuran semen dan air, dan waktu pengeringan semen setelah digunakan. Jadi, semen adalah bahan penting untuk konstruksi karena dapat memberikan kekuatan dan kestabilan pada bangunan.. 

Standarisasi Semen

Pemerintah membentuk Badan Standarisasi Nasional (BSN) untuk mengawasi standarisasi produksi untuk melindungi masyarakat. BSN juga menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produksi semen, dengan setidaknya 20 standar untuk produksi semen dalam negeri.

SNI resmi untuk semen Portland termasuk SNI 15-3758-2004 Semen Masonry; SNI 2049:2015 Semen Portland (Selain Portland Putih, Portland Pozoland, Portland Campur, dan Semen Masonry); SNI 15-3500-2004 Semen Portland Campur (Mix Cement); SNI 7064:2014 Semen Portland Komposit; SNI 0302:2014 Semen Portland Pozoland; dan SNI 15-0129-2004 Semen Portland Putih.

Jenis - Jenis Semen

Perlu diingat bahwa memilih semen yang tepat akan meningkatkan kekuatan struktur, desain, dan daya tahan bangunan. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa biaya pembelian semen tidaklah murah, jadi diperlukan perhitungan yang tepat untuk menghindari kelebihan anggaran. Selain itu, semen terdiri dari berbagai jenis diantaranya:

1. Portland Composite Cement (PCC)

Portland Composite (PCC) ini banyak digunakan sebagai pengikat untuk konstruksi beton umum, pasangan batu bata, beton pra cetak dan pra tekan, paving blok, plesteran, dan acian. Portland Composite Cement (PCC) memiliki sifat yang lebih mudah diproses, kedap air, tahan terhadap sulfat, dan tidak mudah retak. Beberapa bahan dalam material ini adalah terak, gypsum, dan bahan anorganik.

2. Super Portland Pozzolan Composite Cement (PPC)

Super portland pozzolan composite cement banyak digunakan untuk konstruksi massa, konstruksi di tepi pantai dan tanah rawa yang harus tahan terhadap sulfat, tahan terhadap hidrasi panas sedang, pekerjaan pasangan, dan plesteran. Perumahan, jalan raya, dermaga, irigasi, dan lainnya adalah beberapa contoh bangunan yang menggunakan produk ini. Semen ini terdiri dari campuran terak, gypsum, dan pozzolan, tetapi juga merupakan pengikat hidrolis seperti PCC.

3. Special Blended Cement (SBC)

Jenis semen campur khusus (SBC) ini unik karena dibuat khusus untuk membangun jembatan terbesar yang menghubungkan Surabaya dengan Madura, yang disebut Jembatan Suramadu. Karakteristik semen campur khusus ini pasti memenuhi persyaratan untuk membangun struktur di atas air laut, seperti halnya jembatan Suramadu, yang berdiri di atas laut.

4. Super Masonry Cement (SMC)

Super Masonry Cement (SMC) dapat digunakan sebagai bahan untuk genteng beton, tegel, paving blok, dan hollow brick. Selain itu, hanya dapat digunakan dalam kisaran konstruksi bangunan rumah atau irigasi yang memiliki struktur beton paling besar K225. Amerika Serikat adalah tempat pertama jenis ini muncul.

5. Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR (High Sulfate Resistance)

Material yang digunakan untuk sumur bumi tidak sama dengan yang digunakan di rumah. Jenis semen laut (OWC) kelas G-HSR yang tahan terhadap sulfat tinggi ini dirancang untuk digunakan pada kedalaman dan temperatur tertentu dengan pengurangan kecepatan pengerasan. Salah satu proyek yang menggunakan bahan ini adalah sumur minyak bumi di bawah permukaan bumi dan sumur laut.

6. White Portland Cement (WPC)

White Portland Cement, juga dikenal sebagai semen putih, adalah jenis semen terakhir yang digunakan dalam proyek pembangunan. Produk ini digunakan sebagai bahan aci untuk menghaluskan permukaan.Semen putih juga merupakan bahan yang populer untuk menambal sambungan di tembok, lantai, dan keramik. Menggunakan semen jenis ini akan membuat konstruksi Anda lebih kuat dan terlihat lebih rapi secara visual.

BACA JUGA : Betonmix! Bahan Pengeras Beton Memperpanjang Umur Beton

Super Cement Cairan Berbahan Dasar Emulsi Polimer Sebagai Peningkat Mutu Semen

Super cement adalah salah satu produk Aquaproof berbentuk cairan yang berfungsi untuk meningkatkan mutu semen yang dibuat dengan emulsi polimer. Digunakan sebagai aditif (plesteran, acian, plamir), perekat (beton, keramik, granit), dan primer (tembok, lantai, metal). Tersedia dalam ukuran kemasan 1 kilogram, 5 kilogram, dan 30 kilogram; Super Cement dapat digunakan sesuai kebutuhan.

alt_text

Belanja sekarang

Whatsapp